Kalimantan Island

Kisah ini sebenarnya adalah kisah perjalanan saya di tahun 2017, saat itu saya melalui seorang sahabat mendapatkan undangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengajar disana selama total 19 hari dengan termin 2 kali kunjungan.

Saya mengunjungi 4 kota yaitu Tabalong, Hulu Sungai Utara, Balangan, Banjar pada tanggal 04 - 26 Oktober 2017. Saya ditemani oleh rekan kerja saya sekaligus sahabat yaitu mbak Icha pada saat itu. Kami melakukan perjalanan berdua selama melaksanakan pelatihan disana.

Pada saat pesawat sesaat menjelang landing, pemandangan yang saya lihat adalah hamparan tanah hijau luas terbentang, memang pulau Kalimantan sangat luas dan saya baru menjelajah 1 bagian saja dan hanya 4 kota.
Kota yang luas, tetapi hanya memiliki hotel yang mungkin sekelas melati tidak seperti hotel di kota Surabaya atau kota Malang. Tamunya pun tidak begitu banyak seperti di tempat saya biasa menginap.

Di 4 kota itu banyak sekali keunikannya, soto Banjar, nasiinya yang misah satu-satu sedangkan di Jawa sukanya yang Punel. Burung belibis yang mirip burung dara dagingnya warna kemerahan harganya dulu waktu itu tahun 2017 100.000 rupiah. Saya kebanyakan milih masakan sambel-sambelan saja kawatir kurang cocok dilidah tetapi juga coba-coba makanan yang agak aneh namanya.

Kalau dari segi perjalanan dari 1 kota ke kota lain lumayan sekali jauhnya bahkan terjauh itu dari airport ke kota Tabalong membutuhkan waktu 6 jam perjalanan darat, dalam hati saya bilang menang besar banget ya pulau ini. Dari tempat kita menginap ke tempat pelatihan membutuhkan waktu 1 jam lebih jadi memang pulau ini sangat luas. Oya sungai di pulau ini juga sangat lebar. Sebenarnya saya ada video saat naik perahu cuma terhapus jadi tidak ada dokumentasi untuk bisa dibagi buat sobat semua karena memang saat saya menulis ini dan saat saya berada disana terdapat selisih waktu cukup.jauh ya 2017-2020 ya lumayan masih ada beberapa foto yang tersimpan di laptop.

Kantor provinsinya sangat besar dan jalannya lebih lebar dari jalan tol, jadi memang tidak salah pilih bila ibu kota negara kita dipindahkan ke pulau Kalimantan selain secara geografis yang bebas banjir dan gempa tapi memang inftinfrastru masih bisa diiemdikembasedemikian rupa.

Lalu tentang pasar apungnya yang sempat viral saat digunakan oleh stasiun TV swasta saat itu memang sangat menarik untuk dikunjungi karena kita hanya temukan itu disana dan sampai saat ini pun saya masih keep in touch dengan beberapa teman disana. Bahkan beberapa dari staf kantor Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Silahturahmi tetap terjaga di whatsWha atau Instagram.

Hampir lupa, dengan keaneka ragam budayanya bila di Jawa ada Batik disana ada Sasirangan dan bahkan saya diberikan kesempatan berkunjung ke daerah pengrajin Sasirangan yang satu kampung adalah pengrajinnya.
Banyak sekali hal menarik yang bisa ditemui disana, mulai budaya, makanan khas dan kerajinan yang bisa di Explorer ketika berkunjung ke pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Selatan.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Susu Kambing dan Manfaatnya

Lyme Disease ini viral setelah Justin Bieber juga mengalaminya

Metamorfosis ku